Pendidikan Sebagai ‘Kunci’
Manusia merupakan penguasa atas dirinya. Jiwa
merdeka dan kebebasan ada di dalam setiap individu manusia, oleh karena itu
fitrah manusia adalah menjadi merdeka dan menjadi bebas. Pendidikan adalah
aspek utama dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Di negara yang kaya
akan manusia ini, pendidikan merupakan candu dan momentum bersama dalam
mencapai tercapainya tujuan bangsa, yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Bagi
saya, pendidikan adalah gerbang menuju kemerdekaan itu sendiri.
Kehidupan lingkungan saya sendiri yang memang
termasuk lingkungan kurang pendidikan, mendorong saya untuk memasuki dunia
pendidikan. Melalui kegiatan sosial (Karang Taruna), yang di dalamnya juga ada
bakti sosial dalam pendidikan, saya mulai aktif berbagi ilmu dan pengalaman kepada
anak – anak dan masyarakat lainnya. Dunia bergerak, mengalami banyak sekali
perubahan, lalu perubahan itu telah memasuki seluruh ranah kehidupan di tanah
air. Tanpa terkecuali, pendidikan juga ikut terbawa arus perubahan dan masuk ke
dalam zona globalisasi tersebut. Dampak dari globalisasi itu juga memunculkan
modernitas, yang mengubah gaya hidup dan kebudayaan dalam suatu lingkup, negara
bahkan dunia. Gaya hidup modern juga masuk dalam bidang pendidikan, hal
tersebut terbukti dalam kota – kota besar terdapat banyak sekolah – sekolah
bernilai ‘plus’ yang bersumber dari modal asing dan bersifat elit. Pendidikan
pada dasarnya berawal dari informal, di dalam zona intern keluarga, lalu
kemudian keluar ke arah sarana formal ketika bersinggungan dengan guru professional
di sekolah. Proses pendidikan sebetulnya bukan untuk memunculkan kotak – kotak
dalam masyarakat, tetapi memanusiakan manusia, memerdekakan manusia dan
memberikan kesadaran untuk memperhatikan kehidupan di masyarakat. Globalisasi
pada pendidikan nasional, bukan berarti menghilangkan identitas suatu
masyarakat. Justru itu globalisasi seharusnya merangsang kesadaran individu dan
memunculkan kesadaran terhadap realitas global yang ada. Dengan meningkatkan mutu
kualitas pendidikan, tentu mutu dari hasil pendidikan itu bisa terjamin dan
dapat mengikuti arus global dengan penuh makna.
Pendidikan menurut Paulo Freire juga merupakan
sebuah praktik dalam pembebasan, yang berarti melepaskan diri dari segala
belenggu, kekangan dan kebodohan. Melalui pendidikan pula terjadi sebuah proses
memanusiakan manusia, dimana juga sebagai sarana memunculkan kesadaran dan
melihat realitas sosial yang ada. Saya pun secara pribadi sering menganggap
proses pendidikan sebagai seni, dimana ada kreasi yang dapat dibentuk di dalamnya.
Media seni pun cocok diterapkan dalam beberapa materi yang saya bidangi
(Sejarah). Selain itu, alasan mengapa pendidikan menjadi kunci bagi saya ialah
karena mampu membuka mata peserta didik, maupun pendidik dalam hal pengetahuan.
Tentu melalui kegiatan pembelajaran, proses pertukaran pikiran secara langsung
dengan mudah dilakukan.
Selain kegiatan mengajar, saya juga membuka taman
bacaan dengan tujuan dan harapan meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya
remaja agar budaya baca di masyarakat bisa lebih meningkat. Sebab membaca
adalah penunjang utama dalam terjadinya proses pembelajaran. Selain menambah
ilmu dan wawasan, membaca juga dapat membentuk pola pikir dan kepribadian
manusia. Membaca itu penting, oleh sebab itu mulailah membaca dari yang tidak
penting, sampai yang paling penting. Bacaan ringan, sampai yang berat
sekalipun. Setidaknya berdialog dengan buku ialah keasikan yang membantu kita
dalam proses berpikir.
Impian saya untuk Indonesia adalah, Indonesia
sebagai negeri ribuan pulau dapat menjadi negara maju tanpa meninggalkan dan
terus memegang erat budaya bangsanya yang kaya akan ratna mutu manikam ini.
Sebab bangsa yang besar ialah, bangsa yang tidak melupakan nilai – nilai luhur
moyangnya. Semoga Indonesia selalu berbahagia, salam pendidikan!
Panji
Gozali
Jakarta,
1 Oktober 2017